Memberi Lebih Dulu

Seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko pakan ternak yang tidak begitu laku, makin hari makin sedikit orang yang datang membeli pakan ternak di tokonya.

Ketika hampir putus asa dengan keadaan ini, pria tersebut tiba-tiba mendapat ide untuk membeli 1000 ekor anak ayam seharga $50 (yang menurut ukuran zaman itu cukup besar nilainya), dan membagikannya dengan gratis pada siapa pun yang datang membeli pakan ternak ke tokonya.

 Tindakan ini mendapat cemoohan para tetangganya, karena dalam keaadaan hampir bangkrut ia malah membelanjakan sejumlah uang untuk membeli sesuatu yang tidak pernah dijualnya sebelumnya. Mereka berkata bahwa mungkin dia sudah gila dan tidak dapat lagi mengontrol dirinya sendiri, beberapa merasa kasihan padanya, sementara yang lain tertawa mengejeknya.

 Anehnya, di hari-hari sesudah ia membagikan anak-anak ayam tersebut, semakin hari semakin banyak orang yang berbelanja ke tokonya. Ada apa gerangan?

Setelah diselidiki ternyata para pembeli yang menerima anak ayam gratis itu kembali lagi untuk membeli pakanan ayam untuk anak ayam gratisan itu. Keramaian yang sedikit mengundang keramaian yang lebih besar sehingga semakin lama tokonya semakin ramai dikunjungi orang, dan dia pun tidak jadi bangkrut.

Apa pesan moral dari cerita tersebut diatas ?

Jangan pernah takut untuk memberi karena memberi adalah langkah pertama untuk kita dapat menerima. Sayangnya banyak orang selalu berpikir yang sebaliknya menerima dulu, baru berpikir untuk memberi. Ini yang membuat kita tidak mengalami terobosan apa-apa dalam hidup ini.

Mana ada petani yang mengharapkan untuk menuai padahal ia tidak pernah menabur sebelumnya? Selama ada kesempatan, jadilah orang yang murah hati, beri kebaikan, beri perhatian, beri, dan beri. Jangan hanya memberi jika ada keuntungan saja untuk kita. Ingatlah bahwa hidup ini seperti Gema. Apa yang kita keluarkan akan kembali lagi kepada kita. Apa yang kita berikan akan kita dapatkan kembali, bahkan berlipat ganda dari apa yang kita berikan.

Mari selalu melakukan kebaikan, jauhkan rasa iri hati, menabur yg baik tentu akan menuai kebaikan. Selamat memberi !

Penulis: Baso Darmawan

Check me @ http://www.libimi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s