Appreciating the effort

Some advices must be taken with a lot of salt:

No matter how beautiful and handsome you are, just remember baboons and gorillas can also attract tourists. Stop boasting!

Nicely put. Baboons & gorillas eh? The person who wrote this must be British, Americans will simply use “monkeys”..

No matter how big and strong you are, you will not carry yourself to your Grave. Be humble!

True. Point taken. A bit dark, don’t you think?

No matter how tall you are, you can never see tomorrow. Be patient!

Help me with this one, I fail to connect body height with the ability to foresee future. All witchdoctors I know are short!

No matter how lightly skinned you are, you will always need light in darkness. Take caution!

Not if you are a member of feline community. They have the ability to utilize however little light available for their advantage. Is it why they always look cautious?

No matter how rich and how many cars you have, you will always walk to bed. Be contented!

Not true. You can always go to bed in a wheelchair. Ha!

Take Life Easy

No, it does not mean that. Thou shalt not kill, remember?

Life is “Exp. + Exp. + Exp.”
Yesterday was “Experience”.
Today is “Experiment”.
Tomorrow is “Expectation”.

So, use your Experience in your Experiment to achieve your Expectations.

Not to catchy but original, I’ve never seen another advice like this!

Bersyukur

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata mereka hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.
Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan, ternyata mereka hanya pandai menutupi dengan bersyukur.
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya.
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata ia berbahagia “menjadi apa adanya“.
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu berserah pada kehendak Allah.

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku, tapi rejeki-ku tahu dimana diriku. Dari lautan biru, dalam tanah dan gunung-gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku. Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejeki-ku, sejak 9 bulan 10 hari pertama aku dalam kandungan ibuku..

Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja, karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya. Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan besar.
Manusia bekerja keras demi besar uang simpanan di bank, yang mungkin esok akan ditinggal mati. Mereka lupa bahwa hakikat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya. Rejeki tak selalu bergantung pada apa yang kita lakukan kerena sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya. Ikhtiar itu perbuatan sedangkan rejeki itu kejutan..

Dan yang tidak boleh dilupakan, untuk setiap rejeki yang diterima, kita akan ditanya kelak:

“Darimana rejeki itu datang dan digunakan untuk apa”

Karena rejeki hanyalah “Hak Pakai”, bukan “Hak Milik”, jadi jangan lupa menjadi berkat bagi orang lain.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

18 Awesome Tips for a Beautiful Life

  1. Take a 10-30 minute walk every day and while you walk, SMILE. It is the ultimate anti-depressant.
  2. Sit in silence for at least 9 minutes each day.
  3. When you wake up in the morning, pray to ask God’s guidance for your purpose today.
  4. Try to make at least three people smile each day.
  5. Don’t waste your precious energy on gossip, energy vampires, issues of the past, negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment.
  6. Life isn’t fair, but it’s still good.
  7. Life is too short to waste time hating anyone. Forgive them for everything!
  8. Don’t take yourself so seriously. No one else does.
  9. You don’t have to win every argument. Agree to disagree.
  10. Make peace with your past so it won’t spoil the present.
  11. Don’t compare your life to others. You have no idea what their journey is all about.
  12. No one is in charge of your happiness except you.
  13. Help the needy, Be generous! Be a Giver, not a Taker.
  14. What other people think of you is none of your business.
  15. However good or bad a situation is, it will change.
  16. Your job won’t take care of you when you are sick. Yourfriends will. Stay in touch.
  17. Each night before you go to bed , pray to God and be thankful for what you have accomplish today!
  18. Remember that you are too blessed to be stressed.

Mencari Kesempurnaan

Suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya, “Guru, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”
Sang Guru menjawab, “Berjalanlah lurus di taman bunga, petiklah bunga yang paling indah menurutmu, lalu maju terus sampai ke ujung, tetapi jangan pernah kembali kebelakang!”

Sang murid pun lalu melakukan apa yang diperintahkan gurunya. Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, sang murid kembali dengan tangan hampa.

Lalu Sang Guru bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa bunga satu pun?”
“Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin di depan ada yang lebih indah. Namun ketika sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang kulihat tadi adalah yang TERINDAH, tetapi aku tak bisa kembali ke belakang lagi”, jawab sang murid.

Sambil tersenyum, Sang Guru berkata, “Ya, itulah hidup. Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita tak akan pernah mendapatkannya. Karena sejatinya, kesempurnaan yang hakiki tdk pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan”

  • Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil.
  • Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.
  • Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.
  • Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya.
  • Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat.
  • Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.

“Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yg telah ada pada kita.”

The Piper

Surprisingly, I found this on Craiglist:

As a bagpiper, I play many gigs. Recently I was asked by a funeral director to play at a graveside service for a homeless man that had no family or friends so the service was to be at a paupers cemetery in the countryside.

As I was not familiar with the backwoods, I got lost. Being a typical man, I didn’t stop for directions. I finally arrived an hour late and saw the funeral guy had evidently left, and the hearse was nowhere in site. There were only the diggers and crew there, and they were eating lunch. I felt so badly and apologized to the men for being late. I then went to the side of the grave looked down and the vault lid had already been put in place.

I didn’t know what else to do, so I started to play.

Surprisingly the workers put down their lunches and began to gather around me. I played out my heart and soul for this man with no family and friends. I played like I’ve never played before for this homeless man.

As I played “Amazing Grace”, the workers began to weep. They wept. I wept, we all wept together. When I finished, I packed up my bagpipes and started for my car.

Though my head was hung low. my heart was full. As I opened the door to my car, I heard one of the workers said, “I have never seen nothing like that before and I’ve been putting in septic tanks for twenty years”

Lima Kebebasan untuk Hewan

Kalau yang ini bukan dapat dari pesan berantai lewat SMS atau BBM, tapi dari kampanye kesejahteraan hewan. Ini adalah lima hal yang harus didapatkan oleh hewan peliharaan kita:

  1. Kebebasan dari rasa haus dan lapar: semua hewan perlu makan dan minum seperti manusia, oleh karena itu sediakan cukup air dan makanan agar anjing dan kucing anda tidak kelaparan, berikan makanan bergizi juga vitamin dan suplemen.
  2.  Kebebasan dari rasa tidak nyaman: anjing atau kucing harus merasa nyaman tinggal di suatu tempat yaitu dengan menyediakan tempat tinggal yang layak seperti memberikan tempat tidur dengan beralaskan handuk atau mungkin bantal.
  3. Kebebasan dari rasa sakit, cedera dan luka: Kesehatan anjing atau kucing harus tetap dijaga agar tidak mudah terjangkit penyakit seperti virus dan pastikan anjing atau kucing anda dibawa ke klinik hewan apabila cidera atau terluka.
  4. Kebebasan dari rasa takut dan tertekan: Hewan juga bisa mengalami stress dan tertekan. Janganlah kamu sakiti hewan peliharaanmu. berikan kebebasan untuk bermain dengan hewan sejenisnya dan bebas berlari di pekarangan rumah.
  5. Kebebasan untuk bertingkah laku secara alamiah: semua mahluk hidup menginginkan kebebasan, seperti berlari, mengonggong dan bertingkah laku selayaknya anjing dan kucing. Peliharalah anjing atau kucing anda dengan baik, usahakan juga tidak mengganggu hewan atau manusia di lingkunganmu.

Memberi Lebih Dulu

Seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko pakan ternak yang tidak begitu laku, makin hari makin sedikit orang yang datang membeli pakan ternak di tokonya.

Ketika hampir putus asa dengan keadaan ini, pria tersebut tiba-tiba mendapat ide untuk membeli 1000 ekor anak ayam seharga $50 (yang menurut ukuran zaman itu cukup besar nilainya), dan membagikannya dengan gratis pada siapa pun yang datang membeli pakan ternak ke tokonya.

 Tindakan ini mendapat cemoohan para tetangganya, karena dalam keaadaan hampir bangkrut ia malah membelanjakan sejumlah uang untuk membeli sesuatu yang tidak pernah dijualnya sebelumnya. Mereka berkata bahwa mungkin dia sudah gila dan tidak dapat lagi mengontrol dirinya sendiri, beberapa merasa kasihan padanya, sementara yang lain tertawa mengejeknya.

 Anehnya, di hari-hari sesudah ia membagikan anak-anak ayam tersebut, semakin hari semakin banyak orang yang berbelanja ke tokonya. Ada apa gerangan?

Setelah diselidiki ternyata para pembeli yang menerima anak ayam gratis itu kembali lagi untuk membeli pakanan ayam untuk anak ayam gratisan itu. Keramaian yang sedikit mengundang keramaian yang lebih besar sehingga semakin lama tokonya semakin ramai dikunjungi orang, dan dia pun tidak jadi bangkrut.

Apa pesan moral dari cerita tersebut diatas ?

Jangan pernah takut untuk memberi karena memberi adalah langkah pertama untuk kita dapat menerima. Sayangnya banyak orang selalu berpikir yang sebaliknya menerima dulu, baru berpikir untuk memberi. Ini yang membuat kita tidak mengalami terobosan apa-apa dalam hidup ini.

Mana ada petani yang mengharapkan untuk menuai padahal ia tidak pernah menabur sebelumnya? Selama ada kesempatan, jadilah orang yang murah hati, beri kebaikan, beri perhatian, beri, dan beri. Jangan hanya memberi jika ada keuntungan saja untuk kita. Ingatlah bahwa hidup ini seperti Gema. Apa yang kita keluarkan akan kembali lagi kepada kita. Apa yang kita berikan akan kita dapatkan kembali, bahkan berlipat ganda dari apa yang kita berikan.

Mari selalu melakukan kebaikan, jauhkan rasa iri hati, menabur yg baik tentu akan menuai kebaikan. Selamat memberi !

Seandainya aku punya email

Seorang laki-laki pengangguran mencari pekerjaan sebagai office boy di Microsoft. Ia diwawancarai oleh Manajer Personalia dan diminta untuk membersihkan lantai sebagai ujian masuknya.

OBatMS40pct“Kamu diterima,” kata sang Manajer Personalia sesudah mengamatinya membersihkan lantai, “Berikan alamat emailmu dan akan kukirimkan borang lamaran untuk kau isi, dan sekaligus juga saya akan informasikan melalui email tanggal berapa kamu boleh mulai bekerja.”

Laki-laki itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer apalagi alamat email”

“Ya maaf kalau begitu,” jawab Manajer Personalia, “Kalau kamu tidak punya email berarti kamu tidak ada. Dan kalau kamu tidak ada, tidak bisa mendapat pekerjaan.”

Laki-laki itu meninggalkan Microsoft dengan putus asa. Tak tahu apa yang harus diperbuatnya karena ia hanya punya uang $10 di sakunya. Kemudian ia memutuskan pergi ke supermarket dan membeli 1 kotak tomat seberat 10 kilo. Lalu dijualnya tomat itu dari rumah ke rumah. Sebelum dua jam tomatnya sudah habis dan ia berhasil melipatgandakan modalnya. Kegiatan tersebut diulangnya tiga kali sehingga akhirnya ia mendapat uang $60. Laki-laki itu sadar bahwa ia bisa bertahan hidup dengan cara itu. Keesokan harinya ia berangkat lebih pagi dan pulang lebih petang sehingga mendapat untung dua atau tiga kali lipat dari modalnya setiap hari.

Tidak lama kemudian ia bisa membeli gerobak, kemudian sebuah truk, dan dalam lima tahun ia menjadi retailer terbesar di Amerika Serikat.

Suatu hari ia mencari broker asuransi karena berencana untuk membuat perlindungan bagi dirinya. Ketika semua pembicaraan sudah selesai, broker tadi meminta alamat emailnya. Laki-laki itu menjawab, “Aku tidak punya email.” Broker asuransi itu terheran-heran. “Anda tidak punya email dan bisa punya perusahaan sesukses ini? Anda bisa bayangkan apa yang terjadi seandainya Anda punya email?”

Laki-laki itu diam berpikir lalu menjawab, “Ya bisa, sekarang saya pasti bekerja sebagai office boy di Microsoft,”

Makna cerita ini:

  1. Internet bukan segalanya.
  2. Kalau Anda tidak memiliki akses internet dan bekerja keras, Anda tetap bisa menjadi jutawan.
  3. Kalau Anda sedang membaca cerita ini, kemungkinan Anda menjadi office boy lebih besar daripada menjadi jutawan.

Disadur bebas dari Wisdom Story – People for Others, dan forum ini.

Hidup Dalam Secangkir Kopi

Kopi itu memang pahit, namun ketika sudah diberi gula dan diseduh dengan air panas, menjadi minuman yang banyak digemari dan mendapat tempat tersendiri di hati para pecintanya.

cupocoffeeSama halnya seperti ketika kita sedang mengalami kepahitan hidup, cobalah aduk dengan “sesendok kesabaran“ dan seduh dengan “segenggam optimisme“, rasanya pasti akan berbeda. Karakter seseorang tidak dinilai dari tindakannya pada saat sedang dalam keadaan “nyaman“ dan “menyenangkan“ tapi dari tindakannya pada saat menghadapi “tantangan“ dan “masalah“; keduanya akan menguji karakter, sikap, integritas dan kredibilitas seseorang.

Kepahitan dalam hidup akan selalu ada, dan sama seperti kopi, kitalah yang menentukan seberapa enak kopi tersebut akan kita nikmati. Ada banyak ragam campuran kopi yang dikenal, terserah pada kita akan menambahkan apa pada kopi dan sebanyak apa pun yang kita inginkan. Bahkan banyak pula penggemar kopi yang menikmati kopi pahit dan tetap dapat menikmatinya.

Pilihannya ada di tangan Anda.

Lima Penyesalan Terakhir

bronnieware Berikut adalah cerita mengenai Bronnie Ware, seorang perawat medis profesional yang bekerja dalam bidang perawatan paliatif.

Note: Perawatan paliatif (dari bahasa Latin: palliare, menyembunyikan) adalah sebuah bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi dan mencegah penderitaan pasien; pengobatan paliatif dapat dilakukan pada semua pasien dari semua stadium penyakit, mulai dari yang sedang menjalani perawatan penyakit yang dapat disembuhkan atau penyakit kronis, sampai para pasien terminal yang menjelang ajal.

Inilah dia ceritanya:

Selama bertahun-tahun saya bekerja melakukan perawatan paliatif bagi pasien-pasien yang memilih pulang ke rumah untuk meninggal, dan selama ini saya telah berbagi masa yang luar biasa selama 3 – 12 minggu terakhir hidup mereka.

Manusia dapat mengalami pertumbuhan yang pesat jika dihadapkan kenyataan bahwa mereka akan segera meninggal, dan saya telah belajar untuk tidak meremehkan kemampuan seseorang untuk bertumbuh; beberapa bahkan mengalami perubahan yang luar biasa.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, tiap pasien mengalami bermacam reaksi emosional pasca vonis kematian mereka: penyangkalan, takut, marah, penyesalan, penyangkalan lagi dan akhirnya penerimaan. Akan tetapi, serumit apa pun prosesnya, setiap pasien berhasil mendapatkan kedamaian sebelum berpulang.top-five-regrets-of-the-dying

Pada waktu pasien-pasien ditanya apakah memiliki penyesalan dalam hidup atau apakah ada yang ingin diubah jika diberi kesempatan, sejumlah jawaban yang sama muncul berkali-kali. Berikut adalah lima jawaban yang paling umum:

  1. Seandainya saya memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri, alih-alih menuruti keinginan orang lain (I wish I’d had the courage to live a life true to myself, not the life others expected of me)
  2. Seandainya saya tidak bekerja terlalu keras (I wish I didn’t work so hard)
  3. Seandainya saya memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan-perasaan saya (I wish I’d had the courage to express my feelings)
  4. Seandainya saya tetap berteman dengan teman-teman saya (I wish I had stayed in touch with my friends)
  5. Seandainya saya dapat lebih berbahagia (I wish that I had let myself be happier)

Pada bagian akhir tulisannya, Bronnie Ware berkata sebagai berikut, sengaja tidak saya terjemahkan supaya tidak ada distorsi arti:

Life is a choice. It is YOUR life. Choose consciously, choose wisely, choose honestly. Choose happiness.

Silakan simak tulisan lebih lengkap Bronnie Ware mengenai hal ini di halaman ini.